1. Pengertian Unsur
Unsur adalah zat tunggal atau zat murni yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Beberapa ilmuwan kimia telah menemukan lebih dari 100 macam unsur yang ada di bumi.
Unsur adalah zat murni yang tersusun dari satu jenis atom saja dan tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia biasa.
Unsur merupakan bahan dasar penyusun semua benda di alam. Setiap unsur memiliki lambang kimia masing-masing, seperti:
- Oksigen (O)
- Besi (Fe)
- Emas (Au)
- Karbon (C)
- Hidrogen (H)
2. Contoh Unsur
- Oksigen (O) → digunakan untuk bernapas
- Besi (Fe) → bahan pembuatan bangunan
- Emas (Au) → perhiasan
- Tembaga (Cu) → kabel listrik
- Karbon (C) → arang dan pensil
3. Pemanfaatan dalam Kehidupan Sehari - hari
- Oksigen digunakan manusia untuk bernapas
- Besi digunakan untuk membuat pagar, jembatan, dan alat rumah tangga
- Emas digunakan sebagai perhiasan
- Tembaga digunakan untuk kabel listrik
- Karbon digunakan dalam pensil dan bahan bakar
4. Jenis - jenis Unsur
1. Unsur Logam
Unsur logam memiliki beberapa sifat khusus, yaitu berwujud padat, berwarna putih mengkilap/keperakan/abu-abu/kuning, penghantar listrik yang baik, mempunyai titik didih atau titik leleh yang tinggi, serta dapat dibentuk menjadi lempengan atau lembaran.
Contoh unsur logam antara lain aluminium (Al), barium (Ba), besi (Fe), emas (Au), kalium (K), kalsium (Ca), perak (Ag), kromium (Cr), magnesium (Mg), mangan (Mn), natrium (Na), dan nikel (Ni).
2. Unsur Semilogam
Unsur semilogam disebut juga dengan istilah metaloid karena dapat bersifat layaknya unsur logam maupun nonlogam. Umumnya, unsur ini bersifat semikonduktor.
Jadi, saat suhu rendah, unsur ini tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik (isolator), sedangkan saat suhu tinggi, unsur ini dapat menghantarkan listrik dengan baik (konduktor). Unsur semilogam berwujud padat, namun teksturnya lebih rapuh dibandingkan unsur logam serta berwarna abu-abu mengkilap atau keperakan.
Contoh unsur semilogam, di antaranya boron (B), silikon (Si), germanium (Ge), arsen (As), antimon (Sb), tellurium (Te), dan polonium (Po).
3. Unsur Nonlogam
Unsur nonlogam memiliki beberapa sifat khusus, yaitu berwujud padat, cair, dan gas pada suhu ruangan. Umumnya, berwarna tidak mengkilap, bukan penghantar listrik dan panas yang baik, mempunyai titik didih atau titik leleh yang rendah, serta tidak dapat dibentuk, direntangkan, atau ditarik.
Contoh unsur nonlogam berbentuk padat di antaranya belerang (S), fosforus (P), karbon (C), silikon (Si), dan iodin (I). Sementara itu, unsur nonlogam berbentuk gas antara lain fluorin (F), helium (He), hidrogen (H), klorin (Cl), nitrogen (N), oksigen (O), dan neon (Ne). Bromin (Br) merupakan unsur nonlogam berbentuk cair.
5. Gambar



0 komentar:
Posting Komentar